Kasih Sayang dan Perhatian Keluarga.
mungkin aneh membaca tulisan ini tapi saya ingin sekali mengabadikan cerita atau kisah nyata ini. kalau di lihat dari judul mungkin biasa dan lumrah sudah banyak orang menulis tentang kasih sayang dan perhatian, saya melihat dan menilai dari sisi lain dan mungkin anda juga setelah membacanya punya persepsi lain dan berbeda-beda.
Ada sebuah keluarga, Ayah, Ibu dan Lima orang anak, anak pertama seorang perempuan sebutlah L, anak kedua seorang laki-laki Sebutlah D, anak ketiga perempuan sebutlah N, anak ke empat perempuan sebutlah A dan bungsu laki-laki sebutlah K, Sumber Cerita adalah N anak ketiga,
Dari kecil N sering tidak kebagian perhatian katanya, dia baru cerita dan meluapkan isi yang ada di benak hatinya baru sekarang-sekarang setelah usia menginjak 25 tahun, pada tahun 2007 2008 kalau sekarang mungkin 33 tahun ya.
Kaget tapi ada dan orang tua yang segitunya, membedakan kasih sayang dan perhatian pada anak kandungnya sendiri, mendengar ceritanya sangat terharu dan mencoba empati membuat hati sesak dan panas, "Sabar, orang sabar disayang Tuhan" tanggapan saya mudah-mudahan jadi kata atau kalimat penglipur.
Cerita ini dibenarkan oleh Bibi nya N, adik dari ibunya yang bernama L, bahkan ada cerita yang lebih menyedihkan lagi yang N sendiri mungkin lupa karena kejadiannya semasa N balita,
Hebatnya nya sikap N tidak mengekspresikan kekecewaan atau kemarahan bahkan sebaliknya Sikap N pada orang tuanya paling baik diantara kakak-kakanya dan adik-adiknya bahkan sering mendoakan dalam sholatnya dalam menceritakan isi benaknya pun diselingi doa untuk orang tuanya tersebut, seperti sinetron tapi ini benar - benar nyata.
Contoh kecil :
1. Pada saat masih bayi punggung, pantat dan bagian belakang N merah berbintik karena popok bayi tidak diganti ganti ibunya sibuk ngurus D anak laki-laki kesayangannya, sampai nenek N mengambilnya dan merawatnya selama kurang lebih 10 bulan.
2. Kakanya L dan D dibelikan tas sekolah yang baru dan bermerk tapi N tidak pada waktu yang sama dan tidak bermerk,
3. N pulang sekolah terlambat bisa di lempar piring, tapi L dan D tidak diapa apain bahkan di minta cerita seru tidaknya di jalan.
dan masih banyak lagi. "sudah lah yang sudah biarlah berlalu aku lagi berusaha melupakan, tapi kadang muncul lagi"
Mungkin sekilas orang lain atau tetangga bahkan saudara tidak serumah menilai keluarga ini utuh, harmonis dan bahagia, tapi ternyata ada jeritan hati yang terpendam selama puluhan tahun,
Sampai dewasa pun N tidak berani mengungkapkan perasaan ini pada orang tuannya, ketika N sudah bekerja dan menikah pun masih seperti itu, bahkan sekarang diwariskan ke cucunya, cucu dari L lebih di istimewakan dari pada cucu dari N. sejak kecil dan mulai bisa berfikir sering muncul pertanyaan dari benak N apakah saya anak tiri? sambil menahan air mata keluar.
Mohon kepada para orang tua dan pelajaran untuk saya sendiri Untuk Tidak Membedakan Kasih Sayang Kepada Anak, dan mencoba terbuka dengan anak. juga mau belajar dan membaca norma norma agama, apapun agamanya pasti mengajarkan kasihsayang, keadilan, kebenaran, tidak ada kata terlambat. Ayah Ibu mari kita belajar menjadi orang tua yang bijak penuh kasih dan sayang kepada anak anak kita.
Karena Efeknya lumayan diantaranya :
1. sakit hati si anak (mental yang tidak sehat)
2. anak menjadi introvert ( menutup diri dan selalu ingin menjauh dari saudaranya karena takut sakit hati lagi)
3. persaingan tidak sehat pada anak
4. dan banyak lagi kalau kata psikiater bilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar